‘There are three barriers to learning: One is misunderstood words’
— from Proem, Paul Magee, in Blast: Poetry and Other Critical Writings, no.7, March 2008
Dan ini adalah ruang penyimpanan bagi apapun yang saya ingin ingat, atau apapun yang terekat kuat dalam pikiran, memohon pada saya untuk diingat: pikiran para penulis di buku-buku yang saya baca, puisi-puisi tertentu, lirik-lirik lagu, kata-kata yang saya curi dari teman/seseorang, lalu saya gunakan lagi, digabungkan dengan kata-kata saya, dan saya hembuskan lagi ke dunia. Saya pikir, saya selalu terpesona dengan bagaimana para buah pikiran ini berkomunikasi. Mereka tidak selalu berada di garis pemikiran yang sama. Tetapi saya tahu, bahwa dengan caranya sendiri, mereka saling bercakap-cakap. Saya harap saya membangun rumah yang aman bagi mereka. Ketika menuliskan ini, saya merasa seperti sedang meneruskan tradisi para penyimpan pesan dalam botol, dan lalu melepaskannya ke laut. Saya menyimpan pesan-pesan berharga milik saya, membuatnya terlihat jelas, membuatnya berjalan-jalan, dan berharap seseorang di luar sana menemukannya, lalu memikirkan alasan untuk membuka dialog.
-Nuraini Juliastuti
I do not feel like writing what I have written here, and I do not feel like erasing it either.
- Soren Kierkegaard’s Journals and Papers, Part 1: Autobiographical, 1829—1848. Soren Kierkegaard, Howard Vincent Hong, Edna Hatlestad Hong; p 106
— Keberanian, kekuatan dan kekuasaan hanya dapat ditundukkan oleh salam sejahtera atau segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar. Greedy power, hatred, angst, can only be conquered by patience, softheartedness, and wisdom. Ingatase manungsa mono mungguh panjagane marang hawa nafsune, kudu kaya lekase wong kang nedya mbengkas pakewuh gedhe, kang misuwur lan kuwasa, layang Wedha nyebutake: kekuwasaan, kawanteran utawa kadigdayan kang wis linuwih ing jagad, yen ora bener cak-cakane, ing adat pepere utawa lebure amarga dening panembah.
— Robert Oppenheimer, director of the Los Alamos project, quoted in Richard Sennett, The Craftsman, 2008, p.2.
I
Dalam salah satu buku catatannya, Chekhov merekam sebuah anekdot: “Seorang lelaki di Monte Carlo pergi ke casino, menang sejuta, pulang, bunuh diri”. Bentuk klasik cerita pendek terdapat pada nukleus masa depannya, pada kisah yang tak tertuliskan. Alih-alih mudah diduga dan serba-biasa (judi-kalah-bunuh diri), intrik ditampilkan sebagai suatu paradoks. Anekdot tadi memutuskan hubungan antara cerita judi dengan cerita bunuh diri. Keterputusan adalah kunci untuk memahami karakter ganda bentuk cerita. Tesis pertama: cerita pendek selalu mengisahkan dua cerita.
— Paul Virilio. Foreword to the Museum of Accidents (2002).


